PERAN SD NEGERI 3 JATISARI MEMPERINGATI HUT KEMERDEKAAN INDONESIA KE-80

1. Masa Penjajahan

  • Belanda menjajah Indonesia selama lebih dari 300 tahun melalui VOC dan pemerintah kolonial.
  • Jepang masuk pada tahun 1942, menggantikan Belanda, dengan janji membawa "Asia untuk Asia". Namun, rakyat tetap menderita.

2. Proses Menuju Kemerdekaan

  • Tahun 1943 Jepang mulai terdesak dalam Perang Dunia II, lalu berusaha menarik simpati rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan.
  • Dibentuklah beberapa badan persiapan, antara lain:
    • BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 29 April 1945.
      • Tokoh penting: Soekarno, Mohammad Hatta, Radjiman Wedyodiningrat, Muhammad Yamin.
      • Menghasilkan rumusan dasar negara (Pancasila).
    • PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 7 Agustus 1945.
      • Bertugas merancang dan mempersiapkan proklamasi serta konstitusi negara.

3. Peristiwa Menjelang Proklamasi

  • 6 & 9 Agustus 1945: Jepang dibom atom oleh Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki → Jepang menyerah pada Sekutu.
  • 10–15 Agustus 1945: Jepang menjanjikan kemerdekaan, tapi rakyat ingin segera memproklamasikan tanpa campur tangan Jepang.
  • 16 Agustus 1945: Terjadi Peristiwa Rengasdengklok → Soekarno-Hatta “diculik” oleh pemuda (Chaerul Saleh, Sukarni, Wikana) agar segera memproklamasikan kemerdekaan.

4. Proklamasi Kemerdekaan

  • Tanggal: 17 Agustus 1945, pukul 10.00 WIB.
  • Tempat: Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta (rumah Laksamana Maeda).
  • Tokoh: Ir. Soekarno membacakan teks proklamasi yang ditandatangani bersama Drs. Mohammad Hatta.
  • Setelah itu, Sang Saka Merah Putih dikibarkan dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan.

5. Setelah Proklamasi

  • PPKI pada 18 Agustus 1945 menetapkan:
    1. UUD 1945 sebagai dasar negara.
    2. Soekarno sebagai Presiden dan Hatta sebagai Wakil Presiden pertama RI.
    3. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
  • Namun, Belanda tidak mengakui kemerdekaan, sehingga terjadi perang mempertahankan kemerdekaan (1945–1949).
  • Akhirnya, pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.

👉 Itulah garis besar sejarah kemerdekaan Indonesia, dari penjajahan, perjuangan, hingga proklamasi.

 

Saat ini, Peran Sekolah Dasar (SD) dalam memperingati kemerdekaan Indonesia sangat penting, karena di usia inilah anak-anak mulai dikenalkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, dan rasa syukur atas jasa para pahlawan. Berikut beberapa peran yang bisa dilakukan SD 👇


📚 Peran Sekolah Dasar dalam Peringatan Kemerdekaan Indonesia

1. Pendidikan Nilai Kebangsaan

  • Guru menanamkan semangat cinta tanah air, persatuan, dan penghargaan kepada pahlawan melalui pembelajaran tematik.
  • Mengaitkan materi pelajaran dengan semangat perjuangan (misalnya di pelajaran IPS, PPKn, dan Bahasa Indonesia).

2. Upacara Bendera Khidmat

  • Melaksanakan upacara 17 Agustus dengan melibatkan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
  • Menyisipkan pembacaan teks proklamasi, UUD 1945, dan doa untuk pahlawan bangsa.

3. Kegiatan Kreatif dan Edukatif

  • Lomba-lomba tradisional (balap karung, tarik tambang, panjat pinang) untuk menumbuhkan kebersamaan.
  • Lomba edukatif: pidato, membaca puisi perjuangan, menggambar poster kemerdekaan, menyanyi lagu perjuangan.
  • Pentas seni dan budaya: menampilkan tarian daerah, drama perjuangan, atau paduan suara lagu nasional.

4. Proyek Profil Pelajar Pancasila

  • Membuat kegiatan berbasis proyek, misalnya:
    • Menulis cerita pendek tentang pahlawan.
    • Membuat majalah dinding (mading) kemerdekaan.
    • Membuat karya digital (video pendek, animasi sederhana) bertema kemerdekaan.

5. Doa Bersama dan Refleksi

  • Mengadakan doa bersama untuk para pahlawan bangsa.
  • Guru memandu refleksi: "Apa arti kemerdekaan bagi anak-anak sekarang?"

6. Kegiatan Sosial

  • Menggalang donasi untuk masyarakat yang membutuhkan.
  • Aksi peduli lingkungan sekolah sebagai wujud syukur atas kemerdekaan.

Dengan cara itu, peringatan HUT RI di sekolah dasar tidak sekadar seremonial, tetapi juga mendidik, membentuk karakter, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.